Saat layar hitam berubah jadi aspal, mobil F1 itu meluncur ke depan seperti peluru. Tidak ada intro cinematik, tidak ada menu yang bertele-tele — hanya kecepatan murni. Itulah F1 dari Lankhor, dan itulah satu-satunya hal yang benar-benar penting tentang permainan ini.

Lankhor, studio Prancis, mengambil mesin yang mereka kembangkan untuk Vroom tahun 1991 dan memasukkannya ke Mega Drive. Hasilnya adalah simulasi Formula 1 yang mengorbankan segala hal demi satu obsesi: seberapa cepat ia bisa membuat piksel bergerak di layar. Tidak ada detail balap yang mendalam, tidak ada tuning mobil yang rumit, tidak ada sistem damage yang realistis. Hanya lintasan, mobil, dan kecepatan yang menciptakan ilusi gerakan 3D yang mengesankan untuk era itu.
Mekanismenya sederhana sampai kejam. Kamu mengemudi, menggunakan rem dan akselerasi, coba tidak menabrak tembok. Itu saja. Handling mobil terasa licin, hamir-hampir seperti mengendalikan es di jalan. Grafis menggunakan teknik scaling sprite yang sama seperti Vroom — bukan poligon nyata, melainkan trik optical yang membuat otak berpikir bahwa apa yang dilihat adalah 3D. Di era ketika akelerasi grafis mulai muncul, ini adalah trik yang cerdas dan terbatas sekaligus.
Yang mengesankan bagi pemain 1993 adalah sensasi kecepatan itu sendiri. Pembuat game telah menciptakan efek kinetik yang langsung menceritakan kepada tangan pemain bahwa mereka sedang melakukan sesuatu yang cepat. Tetapi setelah beberapa lap, novelty itu hilang. Lintasan menjadi berulang, AI lawan bergerak dengan pola yang dapat diprediksi, dan keseruan menggantung di ujung benang yang sangat tipis.
Perjalanan waktu telah kurang berbaik dengan F1. Permainan ini hidup dari kecepatan dan kilau visual — dua hal yang tidak bertahan lama ketika pixel art mulai terlihat usang dan mekanika basiknya terasa hambar dibandingkan dengan balap yang lebih lengkap dari dekade berikutnya. Namun, sebagai artefak dari obsesi desainer Lankhor tentang berapa banyak gerakan yang dapat dimuat ke dalam cartridge Sega, permainan ini tetap memiliki daya tarik sejarah.
Hari ini, F1 cocok untuk siapa saja yang ingin merasakan apa yang dipikirkan programmer ketika mereka mengatakan "mari kita buat itu sangat cepat, apa pun yang terjadi." Ini bukan pengalaman balap terbaik, bahkan tidak untuk zamannya. Tetapi ini adalah dokumen dari ambisi dan keterbatasan yang jelas dari hardware 16-bit, dan itu sendiri bernilai sepuluh menit waktu bermain.