Kupikiran aku seorang pembersih noda, bukan detektif. Butuh waktu sampai aku menyadari apa yang diharapkan daripadaku — memecahkan pencurian sebuah lukisan masterpiece. Crime Lab dari tahun 1987 adalah salah satu dari jenis permainan yang melemparmu ke tengah kebingungan tanpa basa-basi, lalu menunggu apa yang akan kau lakukan.

Ini bukan point-and-click adventure biasa. Crime Lab adalah teka-teki logika dalam pemandu tekstual, di mana kau bergerak antarscena kriminal dan mengumpulkan petunjuk. Kesannya seperti bermain dengan detective board game virtual, cuma lebih kikir soal grafis. Layarnya penuh teks, daftar tersangka, alibi yang bertentangan, dan item-item yang kau temukan. Tugasmu adalah menyatukan potongan-potongan itu dengan logika murni — tidak ada klik sembarangan atau percobaan-dan-kesalahan yang santai.
Mekaniknya sederhana namun menjarakmu dari pemain malas. Kau menyelidiki lokasi kejadian, mewawancarai saksi, mencocokkan keterangan mereka, dan menentukan siapa yang berbohong. Permainan ini mengasumsikan kau bisa membaca dengan cermat dan menyimpan informasi di kepala, atau setidaknya siap membuat catatan sendiri. Tidak ada sistem inventori yang elegan atau indeks otomatis — itu adalah tanggung jawabmu. Kontrol tekstualnya terasa kaku menurut standar masa kini, tapi waktu dulu ini cukup normal untuk game logika berbasis komputer.
Apa yang membuat Crime Lab berkesan adalah kesederhanaan konsepnya yang kejam. Tidak ada dekorasi naratif yang menggebu, tidak ada karakter berkarisma yang menceritakan jokes. Hanya kasus, petunjuk, dan otak kau. Permainan ini serius tentang apa yang ingin dicapainya — mengajari pemain untuk berpikir seperti penyelidik nyata, atau setidaknya mencoba. Bagi generasi yang terbiasa dengan Maniac Mansion atau King's Quest, Crime Lab terasa seperti pelajaran privat yang membosankan tapi ada gunanya.
Hari ini, permainan ini cocok untuk mereka yang senang crossword atau sudoku digital, tapi dengan cerita kejahatan di sekitarnya. Jika kau menginginkan petualangan yang mengejar, skip saja. Tapi jika kau merindukan waktu ketika permainan percaya bahwa pemainnya mampu berpikir tanpa handholdingnya Microsoft, dan jika pengalaman langsung mengecekkualitas saksi membangkitkan sesuatu dalam dirimu, Crime Lab masih punya nilai yang kuat di browser jadul.